PEMKAB PRINGSEWU LEPAS PESERTA KIRAB PEMUDA 2018

PRINGSEWU – Setelah tiga hari singgah di Kabupaten Pringsewu, para peserta Kirab Pemuda 2018 melanjutkan perjalanannya di wilayah Bumi Ruwa Jurai.

Selama berada di Pringsewu, para peserta yang berasal dari seluruh provinsi dan perwakilan OKP mengikuti berbagai kegiatan yang digelar, diantaranya kirab budaya, gala pemuda, dialog kebangsaan, pemuda membaca kitab suci, senam bersama aparat pemerintah daerah setempat, hingga wisata bersama.

Dari Bumi Jejama Secancanan, para peserta Kirab Pemuda 2018 selanjutnya akan menuju Bumei Tuwah Bepadan, Lampung Timur.

Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Lampung Timur merupakan dua daerah di Provinsi Lampung yang dipilih sebagai titik singgah, dimana sebelumnya peserta Kirab Pemuda 2018 ini menyinggahi Bumi Raflesia, Bengkulu.

Bupati Pringsewu Sujadi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu melepas keberangkatan para peserta Kirab Pemuda 2018 di kantor pemkab setempat, Sabtu (13/10). Tampak hadir Asisten Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Dr.Samsudin, M.Pd. yang turut mengawal peserta kirab.

Dilaksanakan pula upacara penyerahan pataka dari Pemkab Pringsewu kepada Kemenpora untuk kemudian diserahkan kepada Pemkab Lampung Timur yang menjadi titik singgah berikutnya. Prosesi serah terima dilaksanakan di komplek Rest Area Km 37 Jalan Lintas Barat Sumatera, Wates, Gadingrejo, Pringsewu.

Untuk diketahui, Kirab Pemuda 2018 merupakan perjalanan napak tilas kebhinekaan dalam mendirikan dan membangun NKRI, yang dilaksanakan oleh WNI berusia 16 hingga 30 tahun, sebagaimana UU RI No.40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, dengan melintasi seluruh provinsi di Indonesia.

Kegiatan ini dikemas dengan gaya masa kini, kreatif, patriotik, gembira, massal, kompetitif, serta memorable, yang diharapkan menjadi sarana tepat untuk memfasilitasi para pemuda agar dapat meningkatkan kreativitas, kapasitas, kemandirian, daya saing, dan nilai patriotisme, sehingga dapat membangkitkan semangat nasionalisme untuk membangun bangsa, menjaga kebhinnekaan, persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Hapsara/Ath)

Leave a Reply