PRINGSEWU MENUJU KABUPATEN LITERASI

Diterbitkan oleh Kabupaten Pringsewu
14 September 2019
163 Kali Dilihat


GADINGREJO - Sebanyak 50 peserta perwakilan dari Dinas Perindagkop UKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kantor Kementerian Agama, APDESI, MKKS, APSI, K3S, perguruan tinggi, serta pengusaha dan relawan literasi di Pringsewu mengikuti sebuah diskusi mengenai literasi.

Kegiatan yang dihadiri dan dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. di komplek studio LPPL Radio Rapemda Pringsewu 107.2 FM, di komplek Rest Area KM 37, Jalan Raya Lintas Barat Sumatera, Desa Wates, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (14/9/19) ini menghadirkan narasumber Relawan Gerakan Literasi Provinsi Lampung yang juga dosen Universitas Islam Negeri Radin Inten Bandar Lampung Dr.Heni Amalia.

Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. mengungkapkan Gerakan Literasi Nasional sejatinya sudah digaungkan sejak 3 tahun belakangan, dan untuk di Provinsi Lampung, baru Lampung Barat yang sudah menjadi Kabupaten Literasi. "Kita ingin Pringsewu juga bisa menjadi Kabupaten Literasi, sehingga kegiatan diskusi kita pada hari ini menjadi sangat penting, sebagai salah satu persiapan untuk menuju ke arah sana," kata Fauzi.

Relawan Gerakan Literasi Provinsi Lampung  Dr.Heni Amelia mengatakan Gerakan Literasi pada dasarnya bertujuan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan buku-buku yang mereka butuhkan.

Menurutnya, untuk menjadi sebuah Kabupaten Literasi, sebuah daerah terlebih dahulu harus membentuk Gerakan Literasi Daerah yang melibatkan instansi terkait, atau secara lintas sektoral. "Selanjutnya juga dibuatkan payung hukumnya berupa Peraturan Daerah, seterusnya juga ada penganggaran melalui APBD, hingga menyiapkan SDM-nya, diantaranya melalui pelatihan-pelatihan, dan sebagainya," ujarnya.

Heni juga mengatakan bahwa yang membutuhkan sebuah perpustakaan sebetulnya bukan hanya sekolah atau kampus, tetapi juga tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang juga memerlukan perpustakaan atau tempat membaca. (*/ Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md/hyn.)



Post Terkait

SELAMAT & SUKSES..
20 Oktober 2019




Kategori