SOSIALISASI VIRUS COVID-19 DAN DBD, SERTA PEMBAGIAN MASKER DAN BUBUK ABATE DI SUKOHARJO

Diterbitkan oleh Kabupaten Pringsewu
30 Maret 2020
181 Kali Dilihat


SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Pringsewu bersinergi dengan pihak Kepolisian dan Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung serta Kabupaten Pringsewu melakukan sosialisasi tentang virus covid-19 dan DBD dengan berkililing ke sejumlah titik lokasi di Pekon Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Senin (30/03/2020).

Tidak hanya sosialisasi, tetapi sekaligus membagikan masker dan bubuk abate kepada sejumlah warga. Serta dilakukannya penyemprotan cairan disinfektan ke rumah warga, tempat ibadah, ruas jalan, dan tempat lainnya.

Turut menghadiri kegiatan tersebut, Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, SE., M.Kom., Akt., CA., CMA., anggota FPG DPRD Provinsi Lampung Drs.F.X. Siman, anggota FPG DPRD Pringsewu Sagang Nainggolan, Camat Sukoharjo Drs. Ediyanto, Kapolsek Sukoharjo Iptu. Musakir, SH., jajaran Koramil, UPT Puskesmas, pekon dan anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Pringsewu menghimbau warga untuk tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan yang penting, selalu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh dengan memakan makanan yang bergizi dan minum vitamin, menerapkan pola hidup bersih dengan selalu mencuci tangan pakai sabun, dan tidak mengadakan kegiatan yang dapat mengumpulkan massa.

Wabup Pringsewu berpesan, bagi warga maupun anggota keluarganya yang baru datang dari luar kota, agar tetap berada di rumah atau mengkarantina diri sendiri selama 14 hari sejak kedatangan. Dan apabila ada warga yang mengalami gejala seperti batuk, flu, demam tinggi, dan sesak napas, dapat segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit.

Saat ini selain virus covid-19, yang juga perlu diwaspadai oleh warga adalah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). "Untuk mencegah penyakit DBD sebaiknya melakukan 3M Plus diantaranya, menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Sementara plusnya, menaburkan bubuk larvasida/bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah", kata Hi. Fauzi. (diskominfo/rakhmat)



Post Terkait





Kategori