Pringsewu Bertekad Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

PRINGSEWU – Berdasarkan penilaian terhadap pemenuhan standar pelayanan pada 107 pemkab di seluruh Indonesia, 44,86 % atau sebanyak 48 pemkab masuk dalam Zona Merah, dengan predikat kepatuhan rendah. Kemudian 42 ,99% atau 46 pemkab masuk Zona Kuning (predikat kepatuhan sedang), serta selebihnya hanya 12,15 % atau 13 pemkab berada di Zona Hijau (predikat kepatuhan tinggi).

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A. saat acara koordinasi dengan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Provinsi Lampung yang dipimpin Kepala ORI Perwakilan Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf di aula utama kantor sekretariat pemkab Pringsewu, Rabu (10/1).

Melihat fakta tersebut, dimana Pringsewu termasuk diantara 45,86 % atau salahsatu dari 48 pemkab yang masuk Zona Merah, Fauzi meminta hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh jajaran Pemkab Pringsewu untuk berbenah, meskipun penilaian tersebut baru tahap awal atau baru sebatas penilaian terhadap pemenuhan standar pelayanan, belum ke tahap selanjutnya seperti tingkat kepuasan masyarakat, dan lain sebagainya.

Namun demikian, kata Fauzi, Pemkab Pringsewu bertekad kedepan dapat meraih atau masuk Zona Hijau, tentunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan dengan berpihak kepada masyarakat. Ia juga meminta pihak Ombudsman RI Perwakilan Lampung untuk senantiasa memberikan masukan dan arahan agar kedepan Pemkab Pringsewu dapat meningkatkan tingkat kualitas pelayanan publik, mengingat tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan publik yang diberikan pemerintah daerah juga menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Pringsewu. (© Humas Pemerintah Kabupaten Pringsewu/Isnanto Hapsara/Atok)

Leave a Reply